Berbagi untuk Berkembang: Program Pencegahan Perkawinan Anak, Kehamilan Remaja dan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual

 Berbagi untuk Berkembang: Program Pencegahan Perkawinan Anak, Kehamilan Remaja dan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual

 

Pada tahun 2018-2019, ASV mendapatkan dukungan dari Kedutaan Besar Kanada di Indonesia melalui Canada Fund for Local Intitatives untuk menjalankan program pencegahan perkawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan berbasis gender dan seksual. Program ini dijalankan oleh PKBI Jambi di Kabupaten Bungo dan Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) Bengkulu di Kabupaten Seluma.

Pada progam ini, remaja di dua desa di masing-masing kabupaten akan diberikan bekal pemahaman mengenai seksualitas sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah perkawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan berasis gender dan seksual. Pemberi layanan, seperti KUA, Puskesmas dan bidan desa juga diberikan pemahaman dan kapasitas. Selain itu, memahami peran penting pemuka agama dan masyarakat, maka juga dilakukan sentisasi akan isu-isu tersebut. Dengan demikian, diharapkan munculnya upaya bersama semua pemangku kepentingan di desa, termasuk remaja, dalam mencegah perakawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan berbasis gender dan seksual.

Dalam rangka membangun kolaborasi dan kapasitas anggota Aliansi Satu Visi, pada 4-5 Oktober 2018 lalu telah diadakan pertemuan antara PKBI Jambi, Cahaya Perempuan WCC, dan PKBI Jawa Tengah di Kota Bengkulu. Pertemuan ini bertujuan untuk menfasilitasi berbagi pengalaman dan pembelajaran terbaik dalam menjalankan program pencegahan perkawinan anak oleh PKBI Jawa Tengah yang selama dua tahun telah menjalankan program Yes I Do di Kabupaten Rembang. Pada pertemuan ini disepakati hal-hal terkait strategi pelaksanan program, antara lain teori perubahan, indikator, target, dan strategi praktis di lapangan.

Pertemuan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi PKBI Jambi dan Cahaya Perempuan WCC dalam menjalankan program CFLI di daerahnya masing-masing. “Setelah kegiatan ini, saya memahami langkah-langkah yang perlu dilaksanakan, termasuk batasan penerima manfaat prorgam ini,” ujar Helina yang merupakan Community Organizer (CO) dari Cahaya Perempuan WCC. Demikian pula dengan Putri, CO dari PKBI Jambi, “Setelah ini lumayan tenang karena tahu apa yang harus dilakukan di desa.”

Aliansi Satu Visi berkomitmen untuk memperkuat lembaga-lembaga anggotanya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan Hak Kasehatan dan Seksual Reproduksi (HKSR) di Indonesia, salah satunya dengan memfasilitas kegiatan linking and learning seperti yang dilakukan di Bengkulu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *