Agustus 14, 2017

CFLI (Canada Fund for Local Initiatives)

Pemberdayaan Remaja Perempuan untuk Mencegah Perkawinan Anak di Bengkulu dan Jambi.

Perkawinan  anak tidak hanya merupakan pelanggaran hak asasi manusia tetapi juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan dan sosial yang merugikan. Di Indonesia, Undang-undang Perkawinan (1974) menetapkan 16 sebagai usia minimum untuk anak perempuan menikah. Proyek ini akan fokus pada membangun kesadaran dan kapasitas remaja terutama remaja perempuan dan perempuan muda di bidang Hak Kesehatan dan Reproduksi Seksual dan Reproduksi (HKSR). Proyek ini akan dilaksanakan di Bengkulu dan Jambi, di kabupaten di mana pernikahan anak-anak cukup prevalens (20-25%) berdasarkan data Statistik Indonesia, PKBI Jambi dan Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC).  Oleh karena itu, ASV melalui dua lembaga anggotanya, yaitu PKBI Jambi dan Cahaya Perempuan WCC melakukan program intervensi pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Bungo di Provinsi Jambi dan Seluma di Provinsi Bengkulu. Proyek ini dapat dilaksanakan atas dukungan dari Kementerian Luar Negeri Kanada melalui program Canada Fund for Local Initiatives (CFLI)

Tujuan

Remaja perempuan di Jambi dan Bengkulu berdaya untuk membuat keputusan terkait dengan HKSR mereka, terutama mampu menunda pekawinan dan kehamilan, melalui pemberdayaan ekonomi, penyediaan pendidikan seksualitas yang komprehensif, penyediaan layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang ramah remaja, dan pembentukan lingkungan sosial budaya yang mendukung.