Puskesmas Diminta Tingkatkan Pelayanan PKPR

Puskesmas Diminta Tingkatkan Pelayanan PKPR
Rutgers WPF Indonesia bersama dengan mitra pelaksana, tahun 2018 ini telah melakukan penelitian program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang dilakukan di tujuh wilayah Indonesia, yaitu Bandar Lampung, DKI Jakarta, Semarang, Sukabumi, Denpasar, Lombok Barat, dan Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik kesehatan remaja, meninjau desain dan pelaksanaan PKPR, serta memberikan rekomendasi untuk PKPR dan intervensi kesehatan lainnya yang dapat melayani remaja Indonesia.
Guna meningkatkan kebermanfaatan hasil penelitian tersebut, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali menggelar Diseminasi Hasil Penelitian PKPR yang diteliti oleh Rutgers WPF di Harris Hotel Kuta Galeria-Bali, Senin (8/10) kemarin. Diseminasi ini melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, siswa dan remaja SMP dan SMA. Diseminasi juga akan diisi dengan Lokakarya Penguatan Sistem Rujukan Layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja.
Country Representatif Rutgers Amala Rahma mengatakan, program pelayanan PKPR sejatinya telah lama ada di setiap Puskesmas. Namun masih sangat minim diakses oleh remaja. Padahal pengetahuan tentang reproduksi yang sifatnya sensitif penting untuk diketahui oleh remaja. ‘’Berangkat dari sanalah kami melakukan penelitian program PKPR, karena adanya keresahan bahwa pelayanan reproduksi remaja masih minim diakses oleh para remaja. Mungkin karena remaja milenial sekarang karakternya sudah berbeda,’’ ujarnya.
Melalui penelitian ini, kata Amala Rahma, akan diketahui bagaimana sistem pelayanan PKPR yang diberikan oleh pihak Puskesmas untuk mengakomodir pelayan yang dibutuhkan remaja dan untuk mengetahui pola perilaku remaja tentang reproduksi. ‘’Penelitian ini dibuat untuk mempertemukan antara LSM yang sudah bekerja di level lapangan dengan remaja itu sendiri, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk duduk bersama merencanakan sistem rujukan terbaik untuk remaja,’’ katanya.
Direktur Eksekutif Daerah PKBI Bali Komang Sutrisna, S.H. mengatakan, penelitian tentang program PKPR ini diharapkan bisa membuka wawasan stakeholder terkait untuk membuat sistem rujukan PKPR yang baik dan ramah terhadap remaja sesuai dengan harapan undang-undang. Sehingga diharapkan masing-masing puskesmas bisa memberikan pelayanan PKPR yang baik kepada remaja dengan sistem kekinian. ‘’Kami di PKBI sebagai fasilitator untuk menyambung hasil penelitian ini agar bisa digunakan untuk rujukan kita di masing-masing kabupaten/kota yang kita undang,’’ ujarnya.
Program Manager Get Up Speak Out Bali Eka Purni menambahkan, program PKPR merupakan program kementerian yang seharusnya sudah ada di setiap puskesmas di seluruh Indonesia. Untuk di Kota Denpasar, dari 11 puskesmas yang ada semuanya telah tersedia pelayanan PKPR. Bahkan antusiasme remaja di Kota Denpasar mengikuti program PKPR ini sangat tinggi. ‘’PKPR pelayanannya ada yang di dalam gedung dan ada yang di luar gedung. Kalau yang di dalam gedung itu ada pelayanan kesehatan, konseling, konsultasi kepada remaja-remaja. Sedangkan di luar gedung itu ada pelayanan penyuluhan-penyuluhan oleh petugas PKPR,’’ katanya. (win)
sumber : Bali Post/win (http://www.balipost.com/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *