Agustus 8, 2017

SEJARAH

Hak-Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan bagian penting dari hak-hak konstitusi warga negara Indonesia. Pemenuhan, penghargaan, dan perlindungan atas HKSR belum diberikan secara optimal oleh negara. Hal ini terlihat dari banyak peraturan dan perundang-undangan yang inkonstitusional terhadap pemenuhan HKSR remaja, perempuan dan kelompok lainnya yang mengalami ketidakadilan.

Dengan adanya beberapa situasi di atas, maka pada tanggal 23 Desember 2010 beberapa Organisasi Non Pemerintah di Indonesia mendirikan sebuah Aliansi yang bernama Aliansi Satu Visi (ASV). Aliansi Satu Visi dibentuk oleh 14 Lembaga, yaitu PKBI Lampung, Mitra Aksi, PKBI Jambi, PKBI DKI, PKBI DI Yogyakarta, Cahaya Perempuan WCC Bengkulu, Yayasan Pelita Ilmu, Ardhanary Institute, Aliansi Remaja Independen, Rifka Annisa, Rahima, GWL – INA, Rutgers WPF Indonesia dan SIKOK. Pada tahun-tahun selanjutnya, CD Bethesda, Instituta Hak Asasi Perempuan, PMI Jakarta Timur, PKBI Jawa Tengah, PKBI Jawa Timur, PKBI Bali, PKBI Papua dan Yayasan Pulih bergabung dan menggenapkan keanggotaan ASV menjadi 22 lembaga. Lembaga-lembaga anggota ASV bergerak di 14 provinsi di Indonesia, mulai dari wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.