PMI Kota Jakarta Timur: Melawan COVID-19 bersama Masyarakat

Semenjak pertama kali munculnya kasus COVID-19 di Indonesia, tepatnya di kota Bogor, virus yang menyebar melalui medium droplet ini mulai bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Ibukota Indonesia, Provinsi DKI Jakarta menjadi provinsi paling terdampak virus Corona, pada tanggal 17 Juni 2020, tercatat ada 9349 kasus di DKI Jakarta.

Akibat masifnya penyebaran virus Corona di Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur mengambil langkah untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus COVID-19 ini di Kota Jakarta Timur. Salah satunya dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan dan promosi kesehatan. Hal ini mulai dilakukan terhitung  sejak 16 Maret 2020 dan masih berlangsung hingga secara berkala hingga saat ini.

“Penyemprotan disinfektan dibutuhkan terutama di lokasi yang terdapat kasus COVID-19 dan tempat di mana orang sering menggunakan tempat tersebut, sehingga dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Selain itu perlu adanya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat lainnya guna mengurangi dampak dari COVID-19” Jelas Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Drs. H. R. Krisdianto, M.Si.

PMI Kota Jakarta Timur sangat memperhatikan masyarakatnya, terutama tempat yang berpenduduk padat dan masih menjalani aktifitas umum. Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan diprioritaskan untuk sarana dan prasarana umum, perumahan padat penduduk, dan daerah yang terdampak COVID-19.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, relawan yang bertugas pun membagikan paket covid kit yang berisi masker dan sabun cuci tangan untuk masyarakat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

“Saya pribadi dan keluarga besar MI Al-Falah UM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PMI Kota Jakarta Timur yang telah membantu kami dengan penyemprotan disinfektan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, semoga dapat membawa kebaikan bagi kita semua. Amin.” salah satu warga Jakarta Timur mengungkapkan rasa syukurnya dalam hal ini.

Permasalahan lain yang muncul semenjak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ialah menurunnya stok darah di PMI hingga 70%, sehingga banyak permintaan darah yang belum dapat dipenuhi. Menanggapi hal ini, PMI Kota Jakarta Timur melakukan sosialisasi pentingnya donor darah ke masyarakat setempat, dengan mengajak warga untuk melakukan donor darah untuk membantu sesama.

Menjelang Bulan Ramadhan, PMI Kota Administrasi Jakarta Timur bekerja sama dengan PT Aetra Air Jakarta untuk mendistribusikan sembako untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Jakarta Timur. Pendistribusian ini dibantu tiap kelurahan untuk mendata warganya yang kurang mampu agar dapat tersalurkan dengan baik.

Hingga saat ini, penyemprotan disinfektan serta promosi kesehatan dan donor darah sudah dilakukan di 2837 titik. Semoga hal baik ini dapat terus berlanjut agar dapat mengontrol penyebaran virus COVID-19 dan membantu masyarakat yang terdampak.

Penulis: Zahra Maay | Editor: Pradnyawidari Dharmika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *