Semangat Mendapatkan Informasi Seksualitas di Masa Pandemi

Ditutupnya sekolah karena adanya pandemi virus COVID-19 menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar secara konvensional. Hal ini berpengaruh pula terhadap program pemberian pendidikan kesehatan reproduksi di Denpasar yang dilakukan oleh PKBI Bali bekerja sama dengan lima sekolah di Denpasar melalui modul Semangat Dunia Remaja (SETARA) yang diberikan oleh guru ke siswa.

Semenjak sekolah diliburkan, pemberian SETARA terhambat karena hilangnya jam mengajar fasilitator SETARA yang didominasi oleh guru Bimbingan Konseling (BK), hal ini dikarenakan selama murid belajar di rumah sekolah lebih mengutamakan keberlangsungan pelajaran wajib atau utama yang diujikan saat ujian sekolah dan juga terbatasnya akses internet siswa karena situasi ekonomi yang sulit akibat pandemi COVID-19. Oleh sebab itu PKBI Bali bersama fasilitator SETARA merancang kelas SETARA secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Kelas SETARA secara daring sudah dilakukan sebanyak dua kali. Kelas daring pertama dilakukan pada Jumat, 12 Juni 2020 menggaet fasilitator SETARA Sri Wahyuni, dilanjutkan oleh fasilitator SETARA Wika Nadia yang mengisi kelas daring kedua yang diadakan Selasa, 16 Juni 2020.

Pada kelas daring pertama, semangat siswa untuk mengakses informasi kesehatan reproduksi terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 100 orang. Sementara di kelas daring kedua, jumlah peserta menurun drastis karena sudah memasuki liburan sekolah, namun sesi diskusi selama kelas tetap berlangsung aktif dan seru diwarnai candaan antara fasilitator dan peserta.

Beraneka ragam pertanyaan pun dilontarkan oleh peserta pada kelas kedua yang membahas topik Perilaku Seksual. Mulai dari pertanyaan “Bagaimana cara melindungi diri agar tidak melak ukan perilaku seksual hingga apa yang sebaiknya dilakukan apabila sudah terlanjur melakukan perilaku seksual?” ditanyakan oleh peserta dalam kelas daring tersebut. Pertanyaan yang lebih spesifik seperti: “Bila berhubungan seksual menggunakan kondom apakah tidak akan menyebabkan kehamilan?” juga ditanyakan dan dijawab dengan lengkap oleh fasilitator dibantu tim PKBI Bali. Wika Nadia, fasilitator SETARA mengaku bersyukur telah diberikan kesempatan mengisi kelas SETARA Daring.

“Terima kasih atas kesempatannya, saya senang dapat mengisi waktu selama pandemi dengan kegiatan positif ini. Pesertanya juga semangat dan lucu, syukurlah kegiatan berjalan dengan lancar.” ungkap Wika Nadia ke salah satu tim PKBI Bali setelah mengisi kelas SETARA Daring kedua.

Penulis: Rina Rastuti|Editor: Pradnyawidari Dharmika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *