“Remaja Indonesia Siap-Siap Pindah Planet” dalam Memperingati Hari Remaja Internasional

YOGYAKARTA- Acara seminar “Remaja Indonesia Siap-Siap Pindah Planet” yang dilakukan secara daring ini dilaksanakan pada pukul 10.00-12.00 WIB, melalui platform ZOOM pada Minggu (16/8).  Seminar “Remaja Indonesia Siap-Siap Pindah Planet” ini melibatkan 280 peserta dari 28 remaja di wilayah ndonesia. Seminar ini diadakan guna memperingati International Youth’s Day. Dalam mempersiapkan kegiatan ini, PKBI DIY mengajak para mitranya yaitu Kampung Halaman, Wiloka Workshop, IPAS, Think Women, UNALA, Mitra Wacana, SPEK-HAM, Aisyiyah, dan Youth Forum DIY. Narasumber seminar ini dihadiri oleh  Neira Budiono (Remaja Fasilitator HKSR), dr. Samuel Josafat Olam (Konselor Kespro), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) (Kepala BKKBN), Anantya Van Bronckhorst (Ahli Digital Media), dan Peppy & Dite (Psikologi Remaja). Selain narasumbernya yang menarik dan berkompeten pada bidangnya, ada pula Tarrarin sebagai bintang tamu, dan tak ketinggalan moderator acara yaitu Venabella Arin. Dalam acaranya, panitia mengajak Mengajak pesertanya untuk menonton film “Pindah Planet” karya Agung Sentosa. Film ini secara singkat menceritakan persahabatan dua remaja siswi SMP yang sedang mengalami masa-masa pubertas dan bagaimana kedua sahabat tersebut menghadapi  simpang-siurnya informasi di tengah kemajuan teknologi. Pada saat itulah persahabatan mereka diuji. 

Selain menonton film, acara ini juga mengajak diskusi dua arah antara remaja dengan narasumber. Sistem diskusi ini adalah tanya-jawab dari pertanyaan terbaik yang sudah diberikan oleh peserta saat awal mendaftar melalui google forms. Hal ini digunakan untuk memaksimalkan waktu yang ada dan pertanyaan tersebut mewakili apa yang dirasakan remaja. Melalui wawancara dengan Kiki pada Jumat (25/9), menurutnya saat diskusi pertanyaan menarik  adalah mengenai perbedaan komposisi pembahasan terkait menstruasi dan mimpi basah di dunia pendidikan, penyebab perbedaan tersebut karena menstruasi yang dialami perempuan adalah siklusnya yang rutin dalam setiap bulannya. Sedangkan untuk mimpi basah, tidak dialami setiap saat atau siklusnya tidak beraturan. Pada penghujung acara, ditutup dengan penampilan dari musisi Tarrarin.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan keberanian bagi remaja untuk menyuarakan pendapat mereka pada orang tuanya. Menyampaikan apa yang dialami, sehingga adanya keterbukaan antara remaja dengan orang tua. Selain kedua hal tersebut, remaja juga diharapkan mampu membantu orang tua dalam menyaring mana fakta yang benar dan tidak benar (hoax) sehingga para orang tua tidak termakan dengan hoax yang ada.

Penulis : Trisna Abigail|Editor: Pradnyawidari Dharmika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *