RUANG BERBAGI EPS 37 ROAD TO KOLASE (Kolaborasi Aksi Remaja Sehat) Serba Serbi Inovasi Layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Ramah Remaja

Poster acara Ruang Berbagi 37 (sumber: Aliansi Satu Visi)

Salah satu kegiatan rutin yang diadakan Aliansi Satu Visi kali ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual yang ramah remaja, yaitu dr. Weni Muniarti, MPH (Kasi Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja di Luar Sekolah Kemenkes RI), dr. Ninin Anggreani (Pengelola Poli PKPR Puskesmas Grogol Petamburan), I Komang Sutrisna SH (Direktur Eksekutif PKBI Daerah Bali) Ika Nindya (Koordinator PILAR PKBI Jawa Tengah), dan Moehammad Riezky Zein sebagai (Kader Kesehatan Remaja Kel. Gotong Royong, Bandar Lampung). 

Kegiatan yang menggunakan kanal youtube sebagai platform ini dimoderatori oleh Thilda Christin yang merupakan Relawan Institut Hak Asasi Perempuan (IHAP). Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dibersamai oleh juru bahasa isyarat untuk memudahkan teman-teman tuli agar dapat bergabung. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2020  pukul 15.00-17.00 WIB. 

Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan peraturan dan menanyakan pendapat terkait pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual ramah remaja ke masing-masing narasumber menurut versi mereka. Lalu, moderator menampilkan sebuah video yang menunjukan pendapat orang tua tentang pentingnya pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual ramah remaja.

Dalam video tersebut, dr Marcia Soumokil yang juga seorang ibu menjelaskan bahwa remaja harus mendapatkan informasi yang komprehensif terkait kesehatan seksual dan reproduksi agar remaja dapat mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan. 

Pemberian informasi terkait kesehatan reproduksi dan seksual di sekolah dirasa kurang efektif mengingat sebagian remaja tidak mengakses pendidikan formal, sehingga Kementerian Kesehatan berinovasi membuat Posyandu Remaja sebagai upaya untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Seperti yang dijabarkan oleh dr. Weni Muniarti bahwa posyandu remaja mampu menjangkau remaja di komunitas tertentu.

Hal ini pun diamini oleh Zein yang sebelumnya adalah seorang karang taruna, lalu bergabung dengan program posyandu remaja. Lain halnya dengan dr. Ninin Anggreani sebagai Pengelola Poli PKPR Puskesmas Grogol Petamburan yang menguatkan jejaring UKS dan PKPR dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak di lingkungan sekolah, dan membuat program pengkaderan menjadi penyuluh di luar lingkungan sekolah.

Berbagai pengalaman lain pun dibagikan oleh masing-masing narasumber. Hal yang agak unik dialami oleh teman teman PILAR PKBI Jawa Tengah yang mendampingi posyandu remaja di 3 kelurahan, Ika Nindyas sebagai Koordinator menceritakan pengalaman posyandu remaja dengan tema roadshow di Kelurahan Rowosari. Di belahan daerah lain, yaitu Bali, 11 Puskesmas Remaja bekerja sama dengan Kisara PKBI Bali. I Komang Sutrisna SH sebagai Direktur Eksekutif menjelaskan sebuah konsep unik “Pacar Idaman” memberi fakta bahwa ada banyak kekerasan yang terjadi pada remaja akibat tekanan yang ada. 

Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab, dilanjutkan closing statement dari para narasumber, dr. Teza terkait pentingnya  layanan kesehatan reproduksi dan seksual ramah remaja. Harapannya, diskusi ini dapat memantik rasa peduli dan kesadaran bagi semua pihak terutama remaja itu sendiri untuk menggali informasi dan ikut menyuarakan pentingnya hal ini. 

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *