Get to Know About ‘Masturbation’

Ilustrasi remaja (sumber: freepik)

  Pernah gak sih kalian berpikir, dari mana sih asal munculnya kata dan gagasan masturbasi itu muncul? Yuk kita simak pembahasan tentang masturbasi! Menurut sejarawan Thomas W. Laqueur, ia berpendapat bahwa ide masturbasi modern yang muncul di awal abad-18 merupakan suatu bentuk atau sebutan ‘penyakit’ baru yang memerlukan tindakan medis. Karenanya, di pertengahan abad ke-19, muncul isu mengenai  anti-masturbasi. Isu tersebut mencakup perangkat seperti alat-alat ereksi, vibrator dan sebagainya. Masturbasi pun kemudian mengalami transformasi yang lambat tapi stabil sejak abad ke-20.

   “Untuk pertama kalinya dalam sejarah,” tulis Laqueur seperti dikutip dari Las Vegas Weekly, Ia menganggap masturbasi sebagai cara pembebasan, otonomi, kesenangan untuk diri sendiri, dan dijadikan sebagai ajang untuk melarikan diri dari jalan yang ditentukan secara sosial menuju orang dewasa normal. Secara keseluruhan menurutnya, masturbasi sudah berubah dari perilaku seksualitas yang menyimpang dalam kehidupan sosial menjadi perilaku seksual yang baru di masyarakat. Sejak dulu masturbasi dianggap tabu, saat ini dianggap sebagai perilaku yang biasa atau normal-normal saja. Menurut Education Program Manager di Good Vibrations, Charlie Glickman, bulan masturbasi pada bulan Mei telah membebaskan orang untuk berbicara mengenai masturbasi.

   Nah kalau tadi sudah bahas sejarah tentang masturbasi, sekarang membahas mengenai apa itu perilaku masturbasi. Terkadang kita sebagai manusia memiliki gairah seks yang ingin diluapkan, tetapi tidak bisa disalurkan pada pasangan begitu saja. Kemudian, guna menyalurkannya ada beberapa individu melakukan masturbasi. Lalu, masturbasi itu apa sih? Masturbasi adalah salah satu cara mencapai orgasme tanpa melakukan hubungan seksual. Banyak orang yang melakukannya saat sedang berjauhan dari pasangan.

Fun Fact Masturbasi

 Masturbasi adalah bentuk general dari autoeroticism. Dr Chakravarthy dari Kedokteran Reproduksi & Seksual Kerala & Presiden Asosiasi International of Sexual Medicine, California, Amerika Serikat, Jumat (30/12) mengulas di laman ToI, seputar fakta kesehatan masturbasi sebagai berikut :

1. Masturbasi tidak menyebabkan kerusakan pada organ motorik. Masturbasi merupakan metode normal dari aktivitas seksual bagi pria dan wanita. Sehingga tidak menyebabkan kebutaan atau masalah kesehatan lainnya. Masturbasi tidak ada hubungannya dengan hilangnya organ-organ sensorik tubuh dan merupakan aktivitas seksual yang aman.

2. Banyak pasangan terus melakukan masturbasi setelah menikah. Memang kebutuhan masturbasi tidak menyebabkan masalah kesehatan, namun jika Anda melakukannya secara berlebihan bisa dikategorikan sebagai kecanduan yang perlu dibantu seksolog.

3. Ada begitu banyak mitos dan salah paham mengenai masturbasi dalam masyarakat. Seperti, masturbasi bisa menyebabkan kebutaan, infertilitas, kelemahan seksual, kehilangan berat badan, penurunan ukuran organ, dan penurunan libido.

4. Wanita yang masturbasi tidak memiliki kesulitan mencapai orgasme selama hubungan seksual. Hal ini karena mekanisme orgasme wanita lebih kompleks daripada laki-laki. Pria biasanya orgasme dengan ejakulasi. Eksitasi yang tidak memadai dan teknik seks yang tidak tepat menjadi penghalang mencapai orgasme bagi wanita. Ejakulasi dini dan pemanasan yang tidak memadai adalah alasan yang paling penting dari mitra laki-laki.


5. Berapa banyak masturbasi yang dilakukan? Tak ada titik tertentu dalam masturbasi. Hal ini biasanya tergantung pada masing-masing orang. Namun rata-rata mereka yang bermasturbasi, melakukannya sekitar tiga sampai tujuh kali per minggu.

   Dibalik kegiatan masturbasi yang dilakukan, memiliki efek negatif bagi perasaan ataupun alat kelamin. Pertama, kecanduan.  Terlalu sering melakukan masturbasi dapat membuat kamu menjadi adiktif atau kecanduan terhadap aktivitas seksual tersebut. Cara untuk  mengetahui apakah kamu sudah terjebak pada kecanduan terhadap masturbasi, berikut tanda-tandanya:

  • Melupakan tanggung jawab terhadap tugas dan aktivitas harian
  • Bolos kerja atau sekolah
  • Membatalkan rencana dengan teman atau keluarga
  • Malas bersosialisasi
  • Merusak hubungan asmara maupun seksual bersama pasangan
  • Menurunnya produktivitas pada kegiatan studi maupun pekerjaan

   Kedua, mengalami rasa bersalah pada diri sendiri. Dalam beberapa kasus, ada juga orang-orang yang mungkin merasa bersalah melakukan masturbasi karena norma sosialnya seperti kepercayaan budaya, spiritual, atau agamanya. Apabila merasa bersalah karena melakukan masturbasi, bicarakan dengan seseorang yang kamu percaya tentang mengapa kamu masturbasi dan merasa bersalah. Selain itu, kamu dapat membuat janji  dengan terapis seksual bersertifikasi dan berpengalaman untuk berkonsultasi terhadap permasalahan ini untuk membantu kamu terlepas dari perasaan bersalah atau malu. Ketiga, mengalami penurunan sensitivitas seksual. Jika melakukan masturbasi terlalu sering dan menggunakan berbagai teknik masturbasi yang agresif atau berlebihan, maka kemungkinan berkurangnya sensitivitas seksual akan lebih besar. Jika seorang pria melakukan metode masturbasi agresif yang melibatkan cengkeraman terlalu erat pada penis, maka penis akan mengalami penurunan sensasi.

   Terus ada gak sih efek positif dari kegiatan masturbasi? Ternyata ada lho efek positifnya! Dampak baik dari kegiatan masturbasi yang diyakini kebanyakan orang adalah:

  • Meredakan stres yang menumpuk
  • Membuat tidur lebih baik
  • Meningkatkan mood
  • Sebagi terapi rileksasi
  • Membuat kamu merasakan kesenangan
  • Mampu meredakan kram
  • Membantu melepaskan ketegangan seksual
  • Membuat kualitas berhubungan seks menjadi lebih baik
  • Membuat kamu lebih memahami keinginan dan kebutuhan seksual kamu.

    Selain itu dapat menurunkan bahaya dari kanker prostat. Loh, emang bisa? Yap, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi teratur dapat menurunkan risiko kanker prostat, meskipun banyak dokter masih belum yakin akan manfaat tersebut. Sebuah studi ditahun 2016 menemukan bahwa risiko kanker prostat menurun sekitar 20% pada pria yang mengalami ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan. Studi pada 2003, menemukan hubungan serupa antara ejakulasi yang sering dan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Namun meskipun begitu, masih belum ada bukti bahwa ejakulasi secara teratur melindungi dari kanker prostat stadium lanjut.

Walaupun begitu, masturbasi dapat mengiritasi alat kelamin. Ketika kulit pada area alat kelamin mengalami iritasi, akan muncul rasa gatal, kulit tampak bersisik, dan berwarna kemerahan, serta rasa perih atau nyeri. Sedangkan pada kondisi yang ringan, iritasi pada alat kelamin tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, iritasi yang sudah parah bisa menyebabkan kulit kelamin mengalami infeksi.

Semoga, pengetahuan kawan remaja ASV mengenai masturbasi bertambah ya!

Sumber :

https://jogja.tribunnews.com/2020/01/14/apakah-masturbasi-membahayakan-ini-penjelasannya-secara-medis

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/06/26/232300320/6-manfaat-masturbasi-yang-tak-banyak-orang-tahu?page=all

https://ringtimesbali.pikiran-rakyat.com/kesehatan/pr-28662653/manfaat-masturbasi-bagi-kesehatan-kamu-wajib-tahu-nih#:~:text=Masturbasi%20atau%20onani%20kerap%20diklaim,misal%20tak%20memiliki%20efek%20samping.

Penulis: Trisna abigail

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *