Diseminasi Hasil Penelitian Situasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja di Masa COVID – 19

Poster Acara Diseminasi (sumber: Aliansi Satu Visi)

Pemaparan hasil penelitian Remaja Aliansi Satu Visi (ASV) yang diadakan di Kanal Zoom dan Youtube ini berlangsung pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 13.00-16.00 WIB. Dibuka oleh Kak Ika selaku Koordinator Pilar PKBI Jawa Tengah sebagai pembawa acara dan Pak Komang Sutrisna sebagai Ketua Pengurus ASV untuk menyampaikan sepatah-dua patah kata terkait kegiatan ini.

Pak Komang menyampaikan apresiasinya kepada para penanggap yaitu dr. Eni Gustina, M. P. H selaku Deputi bidang KB-KR BKKBN, drg. Wara Pertiwi Osing selaku Kasubdit Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja di Kemenkes, dr. Iwan Ariawan, MSPH selaku Deputi Biostatistika dan kependudukan FKM UI dan Ibu Woro Hastuti S, ST MIDS selaku Direktur Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda Dan Olahraga di Bappenas. Pak Komang juga menyampaikan bahwa beliau sangat membanggakan penelitian ini karena merupakan hasil gagasan Remaja ASV di 10 provinsi.

Selanjutnya 2 remaja muda ASV, Erma dan Nando mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipersiapkan sejak bulan agustus hingga oktober 2020 pada 831 remaja berusia 18-24 tahun di 10 provinsi yaitu Bengkulu, Jambi, Lampung, DKI Jakarta,  Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, dan Papua.  Penelitian ini didasari perubahan sosial, ekonomi, status kesehatan hingga pola aktivitas remaja selama pandemi COVID-19 dan bertujuan untuk memahami situasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) remaja di masa kini.

Erma menceritakan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi oleh tim selama menjalani masa penelitian, salah satunya adalah beberapa remaja yang tidak dapat terjangkau dikarenakan akses internet yang terbatas. Erma juga memberikan pernyataan bahwa penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komisi Etika Penelitian Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Setelah memaparkan hasil penelitian, Nando juga menjabarkan rekomendasi yang dapat dilakukan.

Setelah itu, Kak Ika mempersilahkan para penanggap untuk memberi umpan balik terkait pemaparan hasil penelitian. Selain mengapresiasi hasil penelitian ini, dr. Eni juga menyebutkan bahwa ASV memiliki PR untuk lebih mendalami kondisi remaja terkait kesehatan reproduksi. Hal yang sama disampaikan oleh Ibu Woro yang menyebutkan bahwa penelitian ini adalah salah satu kontribusi dalam pembangunan kebijakan untuk remaja sehingga data yang dikumpulkan remaja ASV dapat menjadi rujukan untuk menajamkan analisa kebijakan pemerintah kedepannya.

“Selain menjadi target, remaja akan dilibatkan dalam pembangunan.” Tutur Bu Woro ketika menjawab salah satu pertanyaan yang diajukan salah satu peserta di Kanal Youtube terkait pelibatan remaja. Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Eni yang mengatakan bahwa saat ini adalah masa bonus demografi dimana remaja adalah harapan dan penopang negara.

Penguatan juga disampaikan oleh drg. Wara yang berpendapat bahwa masalah remaja memiliki persoalan di berbeda di setiap jenjang umur, sehingga kebutuhannya pun harus diberi perhatian khusus. Tanggapan terakhir diberikan oleh dr. Iwan yang menyayangkan jumlah sampel dari Bengkulu yang terlihat lebih sedikit dibandingkan daerah lain. Namun, dr. Iwan sangat mengapresiasi metodologi yang digunakan sudah sangat baik untuk penelitian online yang memiliki tantangan tersendiri. 

“Semenjak pembelajaran jarak jauh diterapkan, komunikasi anak dan orang tua semakin terbatas dan anak semakin pintar merahasiakan hal yang berisiko dari orang tua. Semoga dari hasil penelitian ini akan ada tindak lanjut terkait pendampingan bagi orang tua, remaja, masyarakat, dan sekolah dalam menjalani era new normal”, curhat Bu Anita, salah satu penanggap yang bergabung via zoom sekaligus memberikan harapannya.

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *