E-Coffee : Dari Remaja Untuk Remaja

Equality coffee atau yang kerap disingkat menjadi E-Coffee merupakan salah satu usaha program remaja PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Jawa Timur, yaitu SeBAYA dalam membagikan ilmu seputar kesehatan reproduksi dengan cara yang lebih asik dan santai. Berdiri sejak tahun 2019, E-Coffee telah aktif digunakan untuk berbagai macam kegiatan, mulai dari kegiatan internal rutin dari SeBAYA hingga pertemuan stakeholder yang bermitra dengan PKBI Jatim.

Awal ide dibentuknya E-Cofee menurut Humam Maulana yang merupakan koordinator SeBAYA berasal dari diskusi bersama relawan SeBAYA. “Sebenarnya ini bukan ide baru, tapi memodernisasikan ide sebelumnya. Jadi sebelumnya sudah ada tapi berupa warung kopi sederhana sekitar pada tahun 2015 atau 2016. Kemudian setelah itu tahun 2018 itu mulai kita membuat rencana pengaktifan kembali warung kopi itu tapi dengan konsep yang lebih modern, mengikuti trend yang ada saat ini lah. Mereka suka di kafe buat ngopi gitu. Hingga akhirnya tahun 2019 kita berhasil mendirikan E-Coffee itu sebagai tempat diskusi sekaligus basecamp teman-temen di SeBAYA” jelas Humam saat diwawancara melalui telepon.

“Kata equality dalam E-Coffee sendiri memiliki makna kesetaraan, jadi diharapkan E-Coffee bisa diakses siapa saja mulai dari orang-orang dengan keberagaman usia, gender hingga keberagaman latar belakang identitas dapat mengakses E-Coffee untuk berkegiatan ataupun nongkrong-nongkrong.” tambah Humam. 

Sebagai basecamp, kegiatan rutin internal NGOPI (Ngobrol Pintar) pun diadakan di E-Coffee setiap sebulannya guna membahas isu seputar kesehatan reproduksi atau isu terkini yang sedang hangat diperbincangkan. Selain NGOPI, E-Coffee juga kerap digunakan oleh mitra komunitas SeBAYA untuk rapat maupun melaksanakan kegiatan. Saking hits nya, bahkan stakeholder mitra PKBI Jatim  dan jaringan PKBI juga ikut mengadakan pertemuan atau kegiatan di E-Coffee. Karena keunikannya, E-Coffee juga pernah dijadikan tempat pelaksanaan Mobile Clinic dari Program HIV PKBI Jatim, sehingga selain nongkrong minum kopi juga bisa tes VCT gratis. 

Keunikan laiinya dari E-Coffee yakni konsep sosial enterprise yang digunakan dalam menjalankan bisnisnya. “Sosial enterprise merupakan konsep bisnis yang tidak berorientasi penuh pada keuntungan, memang tujuan utama bisnis itu pasti keuntungan tapi keuntungan ini bisa digunakan untuk mengembangkan misi sosial, untuk kepentingan sosial. Konsep ini digunakan untuk menyeimbangkan konsep yang telah digunakan oleh PKBI Jatim yaitu konsep sosial, sehingga tidak bertabrakan namun saling bahu-membahu” ungkap Humam. 

Jadi keuntungan yang didapatkan oleh E-Coffee akan dibagi, dimana 60% dari keuntungan yang didapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional kafe seperti gaji staff, beli bahan dan kebutuhan operasional lainnya. Sementara 40% sisanya dialokasikan untuk mendukung perkembangan program remaja, seperti pada kegiatan rutin NGOPI dan program pendampingan komunitas parsial. “Nah jadi saat pengunjung yang datang pun biasanya kami infokan, bahwa dengan berbelanjan di E-Coffee mereka sudah ikut menyumbang untuk kegiatan  dan pengembangan program remaja PKBI” pungkas Humam.

  Wah super sekali ya gengs, ibarat sambil menyelam minum air! Mandapat didapatkan semua pihak~

Kafe unik nan kekinian ini berlokasi di satu area dengan PKBI Jawa Timur yakni di Jalan Lesti No.35, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya. E-Coffee juga telah memiliki akun sosial media yang bisa diakses di akun instagram mereka @equality_coffee.

_rinarastuti_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *