Yuk, Mengenal “Petting” Lebih Jauh!

Ilustrasi sentuhan fisik (sumber: vectorpocket, freepik)

“Apaan sih itu petting?”

“Petting sama aja kaya foreplay gak sih?” 

Sering kali kita berpikiran bahwa petting itu foreplay, memang benar seperti itu.. Petting adalah bagian dari foreplay. Tetapi, perbedaannya adalah petting tidak selalu berakhir dengan hubungan bercinta, sedangkan foreplay berakhir dengan hubungan bercinta. Petting adalah merasakan dan mengusap-ngusap tubuh pasangannya meskipun diluar atau di dalam pakaian termasuk lengan, dada, buah dada, kaki, dan kadang-kadang sampai ke daerah kemaluan (Mira, 2010). Pengertian lainnya adalah kontak seksual yang dilakukan oleh pasangan untuk saling memuaskan satu sama lain tanpa melakukan hubungan intim atau kontak ini menjadi awal dari hubungan bercinta itu sendiri.  

Selain adanya bahaya, ada juga resiko terjadi kehamilan saat melakukan aktivitas petting. Petting yang dilakukan dengan pakaian lengkap tidak akan menyebabkan kehamilan, namun  juga harus berhati-hati jika melakukannya dengan telanjang, peluang kehamilan bisa terjadi jika pasanganmu berejakulasi dekat lubang vagina, sehingga memungkinkan sperma masuk ke dalam vagina dan bertemu dengan sel telur, kemudian terjadi kehamilan. Risiko kehamilan juga bisa terjadi ketika laki-laki menyentuh alat kelaminnya kemudian menggunakan tangan yang sama untuk meraba vagina pasangannya, ini membuka peluang masuknya sperma masuk ke dalam vagina. Jadi, sebaiknya tetap berhati-hati  dalam melakukan petting apalagi bukan dengan pasangan.

Perilaku petting ini kerap kali dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau sudah menikah, tapi belum ingin memiliki anak. Kira-kira, ada gak sih bahaya dari petting? Nyatanya terdapat bahaya saat pasangan melakukan petting. Gesekan alat kelamin yang dilakukan sewaktu petting ternyata dapat menularkan penyakit jika sampai sampai ada kontak dari kulit ke kulit. Penyakit seksual yang bisa menular diantaranya seperti herpes atau sifilis. Bahkan HIV, hanya persentase sedikit. Hal ini terjadi karena gesekan alat kelamin yang dilakukan sewaktu petting ternyata dapat menularkan penyakit jika sampai sada kontak dari kulit ke kulit. Walaupun petting yang dilakukan dengan pakaian lengkap misalnya, tetap ada dampaknya seperti penyakit menular seksual yang dapat terjadi.

Meskipun demikian, petting memiliki manfaat. Menurut doktersehat.com, selain petting merangsang pasangan suami istri sebelum masuk pada tahap penetrasi, petting berfungsi untuk meningkatkan elastisitas vagina. Artinya, rasa sakit saat penetrasi dapat berkurang.  Untuk menghindari penyakit menular, jaga kebersihan kamu dan pasangan agar keharmonisan tetap terjaga. Serta bagi pasangan yang belum mau ke hubungan lebih intim, petting ini dapat dilakukan untuk memuaskan satu sama lain. Tetapi berhati-hati dalam melakukan hal ini dan harus dilakukan dengan komitmen satu sama lain. Serta mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi dari hubungan petting ini

Lalu, apakah melakukan petting dapat menghilangkan keperawanan? Petting adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang artinya ‘to kiss and touch each other sexually’. Selama tidak ada penetrasi jari atau penis ke dalam vagina, selaput dara tidak akan mengalami iritasi atau koyak. Aktivitas petting dilakukan dalam lingkup hasrat birahi individual. Maka, tidak ada solusi eksternal khusus untuk menghentikannya. Penghentiannya dilakukan secara internal oleh masing-masing individu. Jadi selama tidak ada penetrasi terhadap vagina. maka tidak akan merobek  selaput dara dan keperawanan masih terjaga

Fun Fact Petting 

Untuk hubungan diluar nikah (pacaran), kita jadi sering merasa sah-sah saja untuk coba-coba melakukan hal yang enggak seharusnya kita lakukan, termasuk salah satunya adalah petting. Tetapi, perlu diketahui juga menggesekkan alat kelamin masing-masing pasangan untuk mendapatkan kepuasan seks. Meskipun penis tidak dimasukkan ke dalam vagina, sejumlah cairan pra-ejakulasi akan dihasilkan dan keluar melalui uretra. Cairan pra-ejakulasi ini mengandung sejumlah sperma yang cukup untuk membuahi sel telur. Sel sperma dapat berenang masuk ke dalam rahim jika berkontak dengan vagina. Karena itu, tindakan petting dapat menyebabkan kehamilan. jika kamu ingin melakukannya, gunakan kondom. Perlu diketahui juga kondom tidak melindungi 100% dari penyakit menular seksual dan tidak bisa 100% mencegah kehamilan. Fun fact lainnya petting juga bisa dilakukan dengan pakaian lengkap dan resiko kehamilan sangat tidak mungkin terjadi. Petting juga dibagi menjadi dua jenis yaitu petting kering/ringan, dan petting basah/pberat. Dari kedua perilaku tersebut terdapat dampak yang akan terjadi yaitu:

PETTING KERING/ PETTING RINGAN,

Merupakan perilaku saling menggesekan alat kelamin namun keduanya atau salah satunya masih berpakaian lengkap ataupun masih menggunakan pakaian dalam. Dampak petting ringan:

  • Menimbulkan ketagihan
  • Lecet
  • Terinfeksi IMS (jika petting hanya menggunakan pakaian dalam, beberapa IMS mungkin bisa menginfeksi)
  • Bisa berlanjut ke Intercourse
  • Menimbulkan perasaan cemas dan perasaan bersalah

PETTING BASAH/ PETTING BERAT,

Merupakan petting yang keduanya sudah tidak mengenakan pakaian sama sekali. Dampak petting berat:

  • Menimbulkan ketagihan
  • Kehamilan
  • Terinfeksi IMS
  • Bisa berlanjut ke Intercourse
  • Menimbulkan perasaan cemas dan perasaan bersalah

Setiap perilaku yang dilakukan oleh manusia, pasti membawa dampak bagi individu tersebut, begitu juga dengan perilaku seksual. Beberapa hal tetang petting di atas ini tentu saja sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan dorongan seksual, seperti berpelukan, kita mungkin biasa melakukan hal tersebut dengan teman atau saudara tanpa ada dorongan seksual. Dikatakan perilaku seksual jika memang didasari oleh dorongan seksual.oleh karena itu lakukan tindakan ini dengan bijak dan bertanggung jawab dan pahami tentang dampak yang akan terjadi akan hal ini.

Sumber

https://www.sehatq.com/forum/petting-q11442

https://jogja.tribunnews.com/2018/02/07/fakta-petting-yang-remaja-perlu-tahu-ternyata-bisa-bikin-hamil

https://www.fimela.com/parenting/read/3826996/manfaat-dan-risiko-petting

https://health.detik.com/konsultasi/d-2332436/khawatir-selaput-dara-sobek-karena-sering-petting

Penulis : Trisna Abigail

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *