PILAR PKBI Jawa Tengah: Dari remaja untuk remaja

Puskesmas Remaja (sumber: PKBI Jawa Tengah)

Sejak tahun 2003, Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang terdapat di setiap Puskesmas terus mengembangkan tingkat layanannya. Program ini berfokus pada remaja di dalam atau luar sekolah, remaja calon ibu dan remaja hamil, remaja yang mempunyai masalah kesehatan reproduksi, dan  remaja berkebutuhan khusus.

Ini sejalan dengan tujuan Pilar PKBI Jawa Tengah yang mencoba menjangkau remaja dengan ragam latar belakang dan identitas untuk dapat mengakses layanan kesehatan remaja. Hal inilah yang mendorong Pilar PKBI Jawa Tengah untuk menginisiasi posyandu remaja di 3 wilayah kelurahan dampingan yaitu Kelurahan Mangkang Kulon, Sekaran, dan Rowosari di Kota Semarang.

Niat baik ini pun bersambut baik dan mendapat dukungan dari oleh dr. Widoyono, MPH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan  menandatangani Perjanjian Kerjasama Nomor 441.3/3017 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Reproduksi dan Seksual yang Ramah Remaja pada tanggal 8 Januari 2019. dr. Widoyono, MPH menunjuk PKBI Jawa Tengah untuk mendampingi proses implementasi Posyandu Remaja di 37 Puskesmas di Kota Semarang.

“Sekitar 1 tahun persiapan dan bekerja sama dengan Karang Taruna, Pemerintah Desa, dan pihak Puskesmas setempat, kami menginisiasi program ini di 3 daerah yang dekat kampus besar di Semarang, yang notabenenya banyak anak muda sehingga memungkinkan tingginya tingkat perilaku berisiko”, Kak Ninuk Haryanti, S.Gz yang merupakan koordinator divisi Layanan ini menjelaskan awal terbentuknya posyandu remaja.

Ia juga menjelaskan sulitnya memunculkan awareness pada diri remaja terkait pentingnya cek kesehatan secara berkala dan melakukan inovasi sehingga program posyandu remaja dapat diminati.

 “Menjadi fasilitator di Posyandu Remaja itu asik banget, temannya beragam karena berkegiatan bareng sama karang taruna, pemerintah desa, dan pihak puskesmas. Selain itu kita juga ketemu sama teman-teman remaja yang berbagi cerita kehidupannya. Membantu mereka itu rasanya menyenangkan,” cerita Doni, fasilitator Pilar PKBI Jawa Tengah yang berada di bidang youth empowerment dan berfokus pada  teman-teman remaja luar sekolah. “Walaupun kadang aku harus pintar-pintar membagi waktu dengan kuliah dan organisasi, aku merasa berpatisipasi dalam program posyandu remaja ini menjadi kebangaan tersendiri,” tambah Doni yang sudah bergabung menjadi relawan sejak Mei 2019.

Bukannya tanpa kendala, terkadang posyandu remaja kadang sepi peminat. Hal itulah yang memunculkan ide yang berbeda untuk teknis pelaksanaan baru berupa roadshow untuk menjangkau remaja dan meratakan pelayanan di beberapa RW pada 3 wilayah kelurahan dampingan. Kak Ninuk menjelaskan bahwa roadshow terbukti efektif untuk menambah jumlah remaja yang dapat teredukasi.

“Karena remaja yang datang itu-itu saja, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan program ini di setiap RW untuk lebih menjangkau remaja. Walaupun agak sulit karena harus mencari hal-hal menarik dari masing-masing remaja, pelayanan posyandu remaja ini mampu menjangkau remaja sekolah, kuliah bahkan yang sudah melewati masa remaja dan sudah bekerja,”.

Kak ninuk juga berharap agar program posyandu remaja ini dapat terus dilakukan walaupun kadang semangat menurun ketika situasi di setiap RW berubah-ubah, kadang terasa sepi, kadang terasa ramai sekali. Menurutnya, program ini sangat penting mengingat tidak banyak remaja yang mengakses pelayanan PKPR ke puskesmas. Hal yang sama juga diungkapkan Doni yang berharap Pilar PKBI Jawa Tengah dapat memfasilitasi para fasilitator dengan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas personal, juga memperluas lingkup jangkauan program ini.

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *