Cerita Perubahanku: Zahra

Halo namaku Zahra, aku seneng banget bisa berkesempatan mengikuti pelatihan Champion4Life pada tahun 2019. Sebenarnya, aku sudah mendaftar pada tahun sebelumnya, hanya saja saat itu belum mendapat kesempatan. Tetapi Alhamdulillah, ketika aku gagal di tahun 2018, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan bermanfaat lainnya.

Awalnya, ketertarikanku untuk bergabung di Dance4Life hanya untuk mendalami pengetahuan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Siapa sangka, aku mendapat lebih banyak hal yang dapat aku pelajari. Selain metodenya yang asik dan seru banget, Dance4Life juga selalu menginspirasi dengan beragam cerita dan pengalaman para trainer-nya. Selama pelatihan, aku tidak hanya menyerap informasi yang disampaikan, tetapi juga belajar mempraktekkan cara-cara kreatif dan unik untuk berkegiatan bersama teman-teman remaja. 

Sebelumnya, aku adalah orang yang sangat tidak merasa percaya diri jika harus berhadapan dengan orang banyak, merasa minder dan tidak punya pemikiran untuk disampaikan, dan menganggap diriku adalah orang yang membosankan jika berada di depan kelas. Bukan tanpa usaha, aku pun sering mengikuti berbagai pelatihan public speaking, fasilitator, dan sejenisnya. Tetapi hal itu belum membawa perubahan sehingga aku merasa sia sia dan putus asa.

Sampai ketika aku mengikuti pelatihan Champion4Life, yang membuatku memahami cara mengemas materi dengan cara yang unik dan membuat Agent4Change interaktif, akupun menyadari satu hal. Jika kemampuanku untuk menyampaikan materi kurang baik, ada hal lain yang dapat aku lakukan. Menginstruksikan Agent4Change untuk membuat sesuatu dan mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut lalu berdiskusi bisa menjadi cara efektif untuk menyampaikan informasi. Selain memberikan informasi, Champion 4 Life juga dapat bertukar pandangan dengan Agent4Change  dan mendapat hal baru.

Hal ini sangat berdampak baik untukku di kemudian hari. Hari-hari implementasiku berjalan lancar dan seru. Kebanyakan dari Agent4Change antusias mengikuti kegiatan dan aku pun tidak merasa khawatir jika harus berbicara di depan kelas, karena mereka pun  sudah merasa tertarik dengan materi yang akan kami bawakan.

Cerita perubahanku: Zahra (sumber: dokumentasi pribadi)
Cerita perubahanku: Zahra (sumber: dokumentasi pribadi)

Tak hanya itu, hal ini pun membuatku berhasil melewati masa-masa tes mengajarku di kampus, karena aku sudah merasa percaya diri dengan cara aku menyampaikan pelajaran di kelas. Pengalaman ini pun dengan bangga aku ceritakan ke teman-temanku yang bertanya mengapa aku dapat memberikan aktivitas menarik untuk menyampaikan pelajaran di kelas.

Terima kasih Dance4Life

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *