Ngobrol Asik Seri ke-5 “Healthy Care With ProCare” : Infeksi Menular Seksual

Ngobrol Asik Seri Ke-5 (sumber: instagram.com/procareclinic.pkbi)

Rabu, 11 November 2020- Program ngobrol asik dari teman-teman Procare Clinic PKBI DKI Jakarta adalah program yang  membahas seputar kesehatan reproduksi. Seri ke-5 ini mengangkat topik tentang “Infeksi Menular Seksual”. Diskusi yang berlangsung selama pukul 13.00-15.00 secara daring via zoom meeting ini dimoderatori oleh Kak Muchali atau lebih dikenal sebagai Kak Lili. Acara dimulai dengan pembacaan peraturan selama diskusi oleh Kak Lili dan langsung dilanjutkan dengan pembahasan “Infeksi Menular Seksual” oleh dr. Rohma Triana sebagai salah satu dokter pelaksana di Procare Clinic PKBI DKI Jakarta.

Setelah mengucapkan salam dan menyapa para peserta, dr. Rohma Triana menjelaskan infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang ditularkan dari hubungan seksual dan keturunan ketika ibu yang terinfeksi mengandung bayi. Organisme yang dapat menyebabkan IMS adalah:

  • Bakteri (misalnya Gonore, sifilis)
  • Virus (misalnya Herpes genital, Kondilomata akuminata, HIV–AIDS, Moluskum kontagiosum, Hepatitis B)
  • Protozoa (misalnya Trikomoniasis)
  • Jamur (misalnya Kandidiasis vaginalis)
  • Ektoparasit (misalnya skabies)

IMS ini mempunyai 3 gejala klinis, yaitu:

  • Gejala DUH tubuh genital : Gonore, Trikomoniasis, Kandidiasis genital & Vaginosis bacterial
  • Gejala Tukak / luka / ulkus : Sifilis, Ulkus Mole, Herpes genital
  • Gejala Tumor / bentukan tumbuh : Kondilomata akuminata, Bubo

dr. Rohma Triana menjelaskan bahwa angka penderita IMS terus meningkatkan karena berbagai faktor yang terjadi di masyarakat, antara lain: 

  • Perubahan Demografi (pertambahan jumlah penduduk semakin cepat dan mobilitas masyarakat bertambah)
  • Kemajuan sosial ekonomi , industri, dan teknologi
  • Perubahan nilai sikap dan perilaku masyarakat
  • Pendidikan seks yang kurang tepat
  • Mudahnya akses mendapatkan alat kontrasepsi & membeli antibiotika
  • Banyaknya kasus baru IMS yang tidak bergejala

Selanjutnya dr. Rohma Triana memperlihatkan gambar-gambar kondisi alat kelamin yang sudah terinfeksi IMS dan menjelaskannya secara singkat. Beliau pun menjelaskan keterkaitan antara IMS dengan HIV AIDS. Penderita IMS lebih rentan terhadap HIV dan pengidap HIV yang sudah terjangkit IMS lebih mudah untuk menularkannya kepada orang lain, dan lebih cepat berkembang menjadi penderita AIDS.

Setelah itu pembahasan beralih ke kondom. dr. Rohma Triana menjelaskan bahwa kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang digunakan untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan mencegah penularan IMS. Namun, terkadang pemahaman masyarakat yang salah persepsi tentang kondom. Sebagian besar masyarakat masih belum memahami bagaimana cara menggunakan kondom yang benar dan beranggapan bahwa kondom mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual. 

dr. Rohma Triana menjelaskan ciri-ciri kondom yang tak dapat digunakan, antara lain: jika tanggal kadaluarsanya sudah lewat, kemasannya rusak, warnanya pudar, kondom kering atau lengket, dan kualitasnya tidak terjamin. dr. Rohma Triana juga memberi beberapa tips untuk menjaga dan menggunakan kondom dengan benar. dr. Rohma Triana menyarankan untuk tidak menyimpan kondom dalam dompet atau saku belakang, karena kondom akan rusak terjepit, menyimpan kondom di tempat yang sejuk dan kering, tidak menggunakan pelicin berbahan dasar minyak (handbody lotion, baby oil), karena dapat menyebabkan kondom rusak atau sobek, dan jangan menggunakan kuku untuk menyobek kemasan kondom.

Selain cara berhubungan seksual yang melibatkan antar kelamin, IMS juga dapat ditularkan melalui mulut, anus, dan tangan yang tidak bersih. Pembahasan dilanjutkan dengan efek samping dari penanganan IMS yang salah. Jika IMS tidak ditangani dengan benar, maka akan menyebabkan infertilitas atau kemandulan baik pada laki-laki maupun perempuan, kanker leher rahim (ca cervix), bayi lahir cacat/ prematur/ meninggal, infeksi sifilis dan herpes genital, bahkan menyebabkan kematian.

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis berhadiah. Sebelum diskusi berakhir, panitia tidak lupa untuk menginformasikan link yang menyediakan rekaman dan materi. Diskusi ditutup dengan foto bersama dan closing statement oleh Kak Lili.

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *