Cerita Perubahan: Cintai Diri Demi Cinta Sejati

Tidak terasa implementasi modul SETARA (Semangat Dunia Remaja) telah berlangsung selama 3 tahun. Modul SETARA adalah modul pembelajaran yang didalamnya berisi materi seputar kesehatan reproduksi, kesehatan mental, mulai mengenal diri, relasi yang sehat hingga materi seputar pengambilan keputusan. Modul ini cukup unik, karena dalam pemberiannya diberikan langsung oleh guru di sekolah kepada muridnya, sehingga peran guru amatlah besar dalam keberhasilan implementasi modul ini. 

Daftar Isi Modul Setara (sumber : Buku Setara Kelas 7)

Dalam tiga tahun perjalanannya tentu banyak tantangan maupun pencapaian yang diraih. Mulai dari jumlah penerima modul yang bertambah, jumlah sekolah yang menggunakan setara juga ikut bertambah hingga adanya dukungan dari lembaga pemerintah terhadap penggunaan modul ini. Namun pencapaian yang tak kalah penting tentunya adanya perubahan baik pada penerima manfaat ataupun orang-orang yang terlibat dalam pengimplementasian modul kesehatan reproduksi ini.

Bu Bintang, guru SMP Saraswati 1 Denpasar (sumber: pribadi)

Salah satunya Bintang, guru dari salah satu sekolah yang mengimplementasikan modul SETARA, yaitu SMP Saraswati 1 Denpasar. Perempuan yang memiliki nama lengkap I Gusti Agung Ayu Bintang Lestari, M.Pd ini memberikan setara melalui jam wali kelas yang diadakan secara rutin pada hari Sabtu sebanyak 2 kali pertemuan dalam sebulan. Berbagai perubahan dalam menghadapi remaja diakui Bintang telah terjadi selama mengajar SETARA sejak tahun 2017. Mulai dari pribadi yang mulai dapat melihat sesuatu dari sisi remaja, lalu menjadi lebih menghargai pendapat dari sudut pandang remaja. Perempuan kelahiran 1991 ini juga mengaku terjadi banyak perubahan pada siswanya seperti menjadi lebih aktif saat jam pelajaran, lebih berani mengutarakan pendapatnya dan lebih terbuka terhadap orang lain hingga menjadi lebih saling menghargai dengan temannya. 

Modul yang memberikan informasi seputar kesehatan reproduksi dan seksual tentu bukan hal yang mudah, terlebih di budaya yang menganggap tabu pembahasan seputar kesehatan reproduksi. Melihat hal tersebut tentu tantangan yang dihadapi dalam memberikan modul ini tidak mudah. Meski demikian Bintang tetap bersemangat untuk memberikan modul setara secara rutin kepada siswanya.

“Karena setara sebuah informasi kesehatan reproduksi remaja yg dikemas dalam sebuah pembelajaran yg inovatif, menarik, menyenangkan dan asik untuk di implementasikan. Selain itu materi setara juga sangat pas diberikan untuk bekal siswa siswi smp dalam menjalani masa remajanya” terang Bintang seputar alasan semangatnya dalam memberikan SETARA.

Setelah mengajar SETARA selama 3 tahun, Bintang sendiri mengaku pengalamannya ibarat permen Nano Nano, karena ada berbagai macam rasa.

“Pengalaman ngajar setara itu seperti nano nano. Manis asam asin, ramelah rasanya. Awalnya itu asam karena ada pro kontra akibat isu yang dibahas sensitif, kemudian asinnya karena tidak semua siswa bisa terbuka dan masih banyak yang menganggap pembelajaran ini tabu. Namun setelah dijalani terus ternyata ada manisnya karena menerima banyak ada dukungan dari berbagai pihak dan anak-anak banyak berubah menjadi lebih terbuka, mampu berpendapat, lebih mengenal diri mereka hingga menikmati setiap pelajaran setara” tambah Bintang.  

Dari semua materi dalam modul SETARA, Bintang sendiri mengaku bahwa materi favoritnya ialah  seputar relasi sehat dan mengenal emosi, selain karena 2 materi tersebut memberikan dampak yang besar kepada dirinya juga muridnya, tapi kedua materi tersebut juga membuat Bintang merasa kembali ke dunia remaja. 

Selain perubahan dalam interaksi dengan siswanya, Bintang juga mengaku mengalami perubahan dalam hubungan pribadinya. Melalui materi relasi sehat Bintang sadar bahwa selama ini ternyata menjalani pacaran tidak sehat hingga kerap menjadi korban kekerasan dari pasangan. Sebelum mendapatkan SETARA, Bintang menganggap kekerasan yang dialaminya ialah hal yang biasa karena sebelumnya Bintang juga pernah mengalami kekerasan dalam keluarga oleh sang ayah. Meski sadar bahwa kekerasan yang diterimanya cukup menyiksa Bintang masih berusaha keras mempertahankan hubungannya dengan sang kekasih. Hingga akhirnya Bintang mengikuti pelatihan fasilitator SETARA dimana disana dijelaskan seputar relasi sehat yang terdapat modul SETARA. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, Bintang pun kalang kabut karena sadar bahwa hubungannya selama ini tidak sehat, namun Bintang juga ragu untuk mengakhirinya karena hubungan yang terjalin sudah sangat lama. Akhirnya Bintang merenung dan refleksi diri untuk mencari tahu keputusan yang diinginkannya.

“Yaaa jadi saat itu saya refleksi diri pastinya. Ngobrol sama diri sendiri, merenung apa sih yang saya harapkan dalam hubungan, mau gimana kedepannya. Akhirnya ketemu jawabannya. Mungkin saya sebagai pasangan bisa menerima disakiti pasangan, karena sudah jadi terbiasa. Tapi kalau tetap bersama gimana perasaan keluarga saya, kan nggak mungkin orang tua saya terima anaknya dipukul. Nah kalau berlanjut ke pernikahan punya anak, kasihan juga anak saya nantinya punya orang tua yg kasar. Pasti saya sebagai ibu nggak mau anak saya nantinya dikasari atau dipukuli juga seperti pengalaman saya. Jadi dari sana saya memutuskan untuk tegas sama diri sendiri, harus punya pilihan hidup. Dan memilih melindungi diri saya dari kekerasan, jadi saya memutuskan pacar saya pada akhirnya untuk memutus rantai kekerasan yang saya terima. Karena sebelumnya saya sudah sempat negosiasi dan berharap pasangan saya itu berubah, namun tidak pernah terjadi” cerita Bintang.

Bintang pun mengaku bersyukur ikut terlibat dalam implementasi SETARA sehingga dapat mencegah siklus kekerasan yang hampir berlanjut dalam kehidupan rumah tangganya bila hubungan tadi masih berlanjut. Bintang juga berharap semoga semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menyayangi diri sendiri, karena diri kitalah yang paling dapat kita andalkan dalam keadaan apapun. Jangan lupa cintai dirimu!

Penulis: Rina

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *