Memahami keberagaman Gender

Ilustrasi Toleransi (sumber: Zahra)

“Kamu ini cewek  atau cowok?”

“Kok ga kayak yang lain sih?”

“Gak boleh gitu tau, kapan mau tobat?”

Pernah dengar kalimat seperti ini? Atau sejenisnya? Kata-kata yang diucapkan dari orang yang tidak bisa melihat indahnya perbedaan. Kalau pernah, yuk sini kita sama-sama belajar tentang toleransi dulu!

Dikutip dari laman resmi UNESCO, tanggal 16 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional (International Day for Tolerance). Hari Toleransi Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1996, dengan harapan untuk memperkuat toleransi dengan meningkatkan rasa saling pengertian antar budaya dan bangsa.

Dalam laman resmi PBB un.org dijelaskan bahwa peringatan hari internasional adalah kesempatan untuk mengedukasi publik tentang masalah-masalah yang menjadi perhatian dan untuk merayakan dan memperkuat pencapaian kemanusiaan.

Nah, sudah tau kan pentingnya toleransi? UNESCO juga menyampaikan pendidikan toleransi harus bertujuan melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain, serta harus membantu generasi muda mengembangkan kapasitas untuk penilaian independen, pemikiran kritis dan penalaran etis.

Ngomong-ngomong tentang ketakutan dan pengucilan, tentu kita tidak asing dengan namanya perbedaan. Ya, seringkali masyarakat memberikan respon yang kurang menyenangkan terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka, terutama soal gender yang sedang marak dibicarakan seperti contoh percakapan di atas tadi.  Ironi bukan? Padahal Indonesia adalah negara yang menganut prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Yuk kita kenali lebih lanjut tentang istilah-istilah gender agar kita bisa saling memahami.

Ada 9 istilah gender yang berbeda menurut Carrie Kilman, yaitu:

  1. Gender yang sesuai dengan jenis kelamin

Jenis kelamin yang diketahui sejak bayi pada waktu lahir berdasarkan organ seks yang terlihat. Sering kali jenis kelamin ini yang diasumsikan sebagai gender. 

  1. Identitas Gender 

Perasaan terdalam seseorang tentang kelaki-lakian, kewanitaan, campuran keduanya atau tidak keduanya. Identitas gender seseorang bisa sama atau berbeda dari jenis kelamin.

  1. Ekspresi Gender

Penampilan lahiriah dari identitas gender seseorang, biasanya terlihat melalui perilaku, pakaian, potongan rambut atau suara yang mungkin tidak sesuai dengan harapan masyarakat (biasanya maskulin atau feminin).

  1. Cisgender

Menggambarkan identitas gender yang sesuai dengan jenis kelamin pada mereka sejak lahir. 

  1. Jenis kelamin 

Klasifikasi medis yang terkait dengan ciri-ciri anatomi, fisiologis, genetika atau fisik yang menentukan identitas pria, wanita, atau keduanya sejak lahir. Jenis kelamin sering kali dihubungkan dengan istilah “gender”, yang mencakup identitas pribadi dan faktor-faktor sosial, dan tidak selalu ditentukan oleh jenis kelamin.

  1. Gender Biner

Sesuatu yang memayungi seseorang dalam gendernya yag tidak hanya laki-laki atau perempuan. Istilah ini bisa digunakan untuk mendeskripsikan seseorang di luar gender, atau seseorang dengan transgender, atau seseorang yang tidak menganggap dirinya binary sama sekali.

  1. Genderqueer 

Istilah digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang mungkin tidak memiliki identitas gender, atau menganggap dirinya memiliki dua gender, atau kombinasi dari gender-gender lain.

  1. Transgender

Trans adalah orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan seksnya yang ditunjuk saat lahir. Misalnya seseorang yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan saat lahir, tapi kemudian bertarnsisi menjadi laki-laki untuk menunjukkan identitas gender laki-lakinya. Orang itu disebut transgender-laki-laki. Begitu pula sebaliknya.

  1. Gender tertentu

Jenis gender ini digunakan orang-orang tertentu untuk mengekspresikan dirinya. Mereka dapat berekspresi seperti perempuan, laki-laki, atau keduanya. 

Itulah beberapa perbedaan yang mungkin dapat terjadi di sekitar kita. Yuk sama-sama belajar dan saling menghargai atas keberagaman yang pada teman-teman kalian, karena setiap individu itu unik dan memiliki pilihan atas dirinya sendiri.

Penulis: Zahra

Editor: Pradnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *