Sejarah

Hak-Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan bagian penting dari hak-hak konstitusi warga negara Indonesia. Pemenuhan, penghargaan, dan perlindungan atas HKSR belum diberikan secara optimal oleh negara. Hal ini terlihat dari banyak peraturan dan perundang-undangan yang inkonstitusional terhadap pemenuhan HKSR remaja, perempuan dan kelompok lainnya yang mengalami ketidakadilan seperti kelompok ragam identitas, difabel, ODHA, dan OHIDA.

Dengan adanya beberapa situasi di atas, maka pada tanggal 23 Desember 2010 beberapa Organisasi Non Pemerintah di Indonesia mendirikan sebuah aliansi yang bernama Aliansi Satu Visi (ASV). Visi ASV ini adalah “Remaja, perempuan, kelompok-kelompok yang mengalami ketidakadilan Hak-hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi menikmati hak-haknya”.

Aliansi Satu Visi dibentuk oleh 14 Lembaga, yaitu PKBI Lampung, Mitra Aksi, PKBI Jambi, PKBI DKI, PKBI DIY, Cahaya Perempuan WCC Bengkulu, Yayasan Pelita Ilmu, Ardhanary Institute, Aliansi Remaja Independen, Rifka Annisa, Rahima, GWL-INA, Rutgers WPF Indonesia dan SIKOK.